TikTok Sebagai Social Media Marketing - Cony Librarie'

Selasa, 30 November 2021

TikTok Sebagai Social Media Marketing

        Ada banyak Social Media Marketing yang dapat digunakan. Setelah sebelumnya kamu mengetahui bagaimana proses marketing dari YouTube, TikTok juga salah satu social media marketing yang bisa digunakan. Sebelum itu, kamu perlu mengetahui bagaimana sejarah TikTok, fitur utama TikTok dan apa saja fitur marketing TikTok.


      1.     Sejarah TikTok

Perusahaan teknologi ByteDance Inc meluncurkan TikTok pada tahun 2016 oleh Zhang Yiming.  Di Indonesia sendiri TikTok hadir pada September 2017 dengan unduhan 45,8 juta kali. Namun dikarenakan terjadinya konten negative atau tidak layak tayang, pada tanggal 3 Juli 2018 TikTok di blokir di Indonesia. Pada tahun 2019 TikTok Indonesia mengajukan persyaratan kepada Komenkominfo dan disetujui untuk membuka pemblokiran tersebut. Sampai saat ini pun TikTok masih menjadi aplikasi yang sangat diminati oleh banyak orang, tidak hanya untuk hiburan saja, tetapi menjadi salah satu social media marketing dimulai dari olshop kecil sampai yang sudah popular.


      2.     Fitur Utama TikTok

Fitur Dasar

a.      Menggunggah Video. Pengunggahan video oleh pengguna pada aplikasi
b.     Penyuntingan Video. Pengguna bisa memotong, membalik ataupun memutar video yang mereka unggah, serta bereksperimen dengan kecepatan pemutaran
c.      Filter dan Efek. Filter “beauty” terdapat bermacam-macam stiker dan animasi untuk memperkaya konten pada video. Efek paling popular dan paling banyak digunakan adalah AR (Augmented Reality)
d.     Social Sharing. Social Sharing digunakan untuk berbagi video maupun menautkan profil TikTok pada platform social media yang lain
e.   Suka dan Komentar. Seperti halnya Instagram, simbol tanda “hati” ini diartikan sebagai like atau suka dan diikuti kolom komentar serta simbol untuk share. Terdapat tab terpisah untuk memeriksa semua video yang disukai.
f.      Pemberitahuan. Pengguna dapat mengatur pemberitahuan mereka untuk melihat siapa yang menyukai dan mengomentari video mereka, siapa yang mengikuti atau “follow” mereka, dan lain sebagainya.
g.     Simpan Video. Jika ingin menyimpan hasil uploud video pengguna lain ke galeri ponsel pengguna atau di dalam media sosial TikTok itu sendiri dapat memanfaatkan fitur ini.
h.     Search atau temukan. Berfungsi untuk memudahkan pengguna dalam mencari akun pengguna lain atau hashtag yang diminati pengguna saat itu. Di samping itu sering menampilkan video yang sedang viral atau trend dan diurutkan berdasarkan hashtag tertentu.

     i.      Tidak tertarik. Digunakan jika merasa tidak tertarik terhadap video yang ditampilkan, maka nantinya video serupa tidak akan ditampilkan kembali dalam beranda.

        Fitur Lanjutan

    a.      Duet. Fitur favorite ini memungkinkan orang untuk lipsync atau menari mengikuti music dengan siapapun dan tampilan yang berdampingan pada layar sama
    b.     Reaksi. Untuk merekam diri mereka sendiri saat menonton dan dipublikasikan di aplikasi. Pada fitur ini dapat mengubah ukuran dan membentuk kembali jendela perekaman secara real-time ketika menonton video
    c.      Filter Voice Charger. Voice Charger ini dapat mengubah suara dengan beragam efek suara yang berbeda, dapat menambahkan keseruan dan kreativitas ke dalam video dengan mudah hanya dengan merekam atau memilih dari galeri gawai lalu pilih voice effect
    d.     Filter Beauty. Dapat membuat wajah pengguna alan terlihat lebih rupawan bahkan terlihat keren dan unik
    e.      Fitur Hapus Komen dan Blokir Pengguna. Pengguna dapat menekan agak lama pada sebuah komentar atau mengetuk ikon pensil yang berada disudut kiri atas untuk membuka pilihan report atau blok
    f.      Live Video Streaming. Fitur live ini tidak semua akun pengguna TikTok diizinkan untuk memulai video langsung di platform, namun dengan syarat memiliki minimal 1000 followers yang dapat melakukan live di aplikasi TikTok.
   g.     Hashtags. Berfungsi untuk menandai postingan dan mengundang “invite” pengguna lain ke berbgaai tantangan  seperti berduet
   h.     Scan QR Code. Pengguna dapat mengikuti dengan memindai QR Code tanpa mencari nama akun pengguna yang ingin diikuti melalui kolom “search”. Setiap pengguna memiliki QR Code unik yang berbeda-beda
    i.      Real-Time Analytics. Pengguna dapat memeriksa berbagai data tentang komentar dan suka yang telah didapatkan serta dapat melihat grafik yang menunjukkan penyiar dan pemirsa langsung
    j.      Geolocation. Pengguna dapat melihat pengguna mana yang sedang melakukan live streaming disekitar mereka

       k.     Pratinjau Video. Sebelum pengguna mendaftarkan akun, mereka dapat menonton beberapa video populer untuk merasakan aplikasi dengan lebih baik. Tetapi, pengguna yang belum memiliki akun tidak dapat menyukai atau memposting komentar sampai mereka mendaftar.

 

     3.     Fitur Marketing

TikTok Marketing merupakan salah satu strategi dalam pemasaran digital yang menggunakan jejaring sosial TikTok sebagai medianya. TikTok for Business sebagai fasilitas untuk pelaku bisnis dengan memberikan wawasan statistik atau alat tambahan untuk mengakomodasi kebutuhan bisnis seperti Analisa keterlibatan dan performa terhadap audiens.

A.    Top View.

TopView Ads merupakan iklan yang dapat dilihat pada puncak feeds. Artinya iklan kamu akan menjadi video pertama yang dilihat pengguna di feeds mereka. Hal ini menjadi peluang yang bagus untuk meningkatkan brand awareness. Fitur unggulan ini ditawarkan oleh TikTok untuk memasarkan bisnis kamu berupa iklan video berdurasi hingga 60 detik, ditampilkan secara full screen dan diputar secara otomatis. Fitur ini akan muncul ketika pengguna membuka aplika sehingga memungkinkan dapat dilihat lebih banyak orang. TopView juga dapat dilengkapi dengan hyperlink untuk mengarahkan penonton ke halaman yang dituju.

B.    In- Feed Ads.

Opsi lain bagi para pelaku bisnis berupa video yang berdurasi hingga 60 detik yang muncul pada feeds “for you page” atau fyp di TikTok. Di samping itu, pengguna dapat memberikan like, komentar, atau mengikuti akun bisnis kamu. Bahkan pengguna dapat menggunakan musik kamu sebagai latar belakang musik konten mereka.

C.    Brand Takeover.

Fitur iklan atau gambar berbentuk JPG dengan durasi 3-5 detik untuk mempromosikan bisnis kamu, umumnya berada di halaman awal ketika pengguna membuka aplikasi TikTok. Selain itu juga berguna untuk mempromosikan Branded Hashtag. Pengguna dapat skip iklan brand takeover. Di dalam iklannya, pengguna juga bisa memasang link yang mengarah ke website, online marketplace, atau kemanapun yang diinginkan sesuai dengan tujuan iklannya. Contohnya seperti iklan brand takeover dari Chanel, yang mana ketika pengguna mengklik iklannya, mereka akan langsung diarahkan ke halaman katalog produk di website Chanel.

D.    Brand Hashtag Challenges.

Mengajak pengguna TikTok agar membuat konten berdasarkan hashtag tertentu. Biasanya digunakan sebagai bentuk kampanye pemasaran untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan suatu merek tertentu. Tujuan akhirnya adalah dengan adanya challenges ini suatu merek dapat menjadi viral. Iklan hashtag challenge akan muncul pada halaman Discovery. Biasanya diletakkan di bagian teratas atau setidaknya hampir di paling atas halaman. Jenis iklan ini dapat menantang para konten creator untuk membuat video dengan tema tertentu. Selanjutnya, video harus menggunakan hashtag yang telah ditentukan. Contohnya seperti hashtag challenge #GalaxyA yang digagas oleh Samsung, jenis elektronik populer.

E.     Branded Effect.

Tap-in brand dalam proses content creation dan video editing process yang membuat pengguna dapat menggunakan efek khusus yang telah dibuat oleh brand, contohnya beauty brand yang membuat branded effect dengan intelligent video recognition technology. Fitur Branded Effect biasanya berintegrasi dengan Branded Hashtag Challenge untuk meningkatkan interaksi antara pengguna dengan bisnis kamu. “Effect” merujuk kepada penggunaan filter, stiker, atau special effect yang disisipkan ke dalam video dengan format 2D, 3D, atau AR (Augmented Reality). Pada fitur ini, kamu sebagai pelaku bisnis dapat memberikan pengalaman visual yang menyenangkan bagi para pengguna.


        4.     Proses Marketing

a.      Identifikasi Tujuan

Mengidentifikasi apa sebenarnya tujuan utama kamu sebagai pelaku bisnis dan kesesuaian tujuan brand atau bisnis kamu pada platform ini. Hal tersebut dilakukan agar tidak mengalami kesulitan dalam menentukan indikator keberhasilan atau kesuksesan dari program kamu seperti kamu dapat menentukan berapa target per views video, conversion rate, dan target followers kamu.

b.     Menentukan Buyer Persona

Kamu dapat lebih mudah mengidentifikasi kebutuhan atau keinginan konsumen pada produk yang kamu tawarkan. Pada aplikasi TikTok, kamu perlu menentukan terlebih dahulu kesesuaian produk dari brand/bisnis kamu dengan personality dari mayoritas pengguna aktif TikTok.

c.      Buat Akun dan Verifikasi

Terdapat beberapa aturan membuat akun bisnis pada aplikasi TikTok yang baik dan benar, diantaranya:

• Membuat logo yang unik untuk membedakan brand kamu dengan yang lain, dan pasang sebagai foto profil.

• Jadikan brand kamu sebagai nama akun TikTok.

• Pada bio akun, tulislah sesuatu yang unik dan menarik yang mencerminkan brand kamu.

• Gunakan fitur clickable bio untuk mengarahkan ke website atau marketplace bisnis kamu.

• Verifikasi akun kamu.

• Melakukan verifikasi akun sangatlah berguna, sebab akun yang terverifikasi akan meningkatkan kepercayaan kepada brand atau bisnis kamu.

d.     Memposting Konten yang Bernilai dengan Hashtag yang tepat

Menggunakan hashtag yang relevan dengan video dan tujuan marketing kamu. Penting untuk menghindari irisan dengan hashtag yang sedang populer karena bisa dengan sekejap menggeser hashtag kamu. Lebih baik kurang popular namun tepat pada sasaran daripada mencoba untuk popular namun tidak tepat sasaran.

e.      Kolaborasi dengan TikTok Influencers

Melakukan kolaborasi dengan para influencer di TikTok dapat menemukan pelanggan potensial dari para “followers” atau pengikut influencer tersebut yang tentu saja mempunyai pengaruh yang kuat

f.      Menggunakan TikTok Ads

Terdapat tipe iklan diantaranya in-feed ads, branded hashtag, challenges ads, dan brand takeover ads. Maka pastikan kamu sudah memahami sistem iklannya sehingga kamu dapat menentukan budget dan membuat konsep yang menarik. Memanfaatkan TikTok selain karena menggunakan video dengan background musik kekinian, namun juga memungkinkan pengguna TikTok untuk ikut andil atau berpartisipasi dalam ads tersebut. Contohnya, jika kamu menggunakan hashtag challenges ads, maka audiens dapat ikut menggunakan hashtag yang kamu ciptakan dan menggunakan background musik yang sama.

g.     Monitor dan Evaluasi Hasil

Monitoring postingan konten kamu di TikTok dapat dilakukan dengan pengecekan dan pendataan pada Click through Rate (CTR), Click through Ads (CTA), Conversion Rate, Reach, Engagement, dan Engagement Rate. Data dari hasil monitoring pada postingan dapat dijadikan landasan untuk menjadi evaluasi dalam membenahi strategi di kemudian hari

Tidak ada komentar:

@way2themes